Bismillahirrahmaanirrahiim,
Dengan Nama Allah, Maha Kasih dan Maha Sayang
Samprazaan (Assalamu'alaikum Wr. Wb.)
Dimulai dari mana yah? hmmm, yaa sebenernya isi post gw kali ini gak jauh-jauh dari yang namanya cinta dan kebahagaiaan.
Hmmm, iya juga sih.. Kebagiaan teh apa sih? Kadang gw bingung juga sama definisi kata yang satu ini.
Apa saat kita memenuhi semua keinginan Sang Pencipta? Ataukah saat kita memenuhi semua keiningan ciptaan-Nya?
Mungkin diantara kalian ada yang berpikir, "gendeng nih orang, tega-teganya ninggalin Sang Pencipta cuma buat ciptaannya."
Well, tapi yaaa itu faktanya. Itu yang pernah aku lakukan, beberapa tahun lalu. (Sang Pencipta nyuruh kita buat jujur kan?)
Sempet gw pengen lari dari kenyataan ini, sempet gw pengen menghindar dari keyataan dan pengakuan kalo gw udah nge-dua-in Sang Pencipta. Tapi, well itu lah faktanya. Aku pernah melakukannya (semoga Dia mau nerima saya lagi di jalan-Nya, aamiin).
Tapi sebenernya, bukan itu hal ini yang pengen gw bahas. Tapi lebih kepada akibat dari pilihan yang gw lakuin itu.
Singkat cerita, jadi dulu gw lebih memilih menyenangkan seseorang dari pada ngejalanin keyakinan gw sendiri. Gw lebih memilih muasin nafsu/ego orang lain dari pada berjalan sesuai kehendak Sang Pencipta.
Hasilnya? Ya.. gw dirundung kekosongan. Muka sih kayak orang serius, padahal isinya gw hampa man! kosong! persis kayak orang tolol! (apa emang udah jadi tolol kali ya? hehe). Kualitas hidup sama diri gw turun drastis. Gw berjalan/bertindak/beraktifitas persis kayak robot yang otaknya kagak mikir, kagak bisa ngerasa, kagak punya arah hidup. Tangan dan kaki gw boleh gerak, tapi otak gw? Sama sekali nggak coy! Persis seperti anjing yang bergerak mencari makan, hanya bermotivasikan pemuasan nafsu dan kebutuhan ragawi-nya.
Dari situ, gw mulai mikir (alhamdulillah, kerja lagi dah otak gw), mungkin ini kesalahan terbesar seorang manusia. Mungkin ini, kenapa Tuhan memerintahkan kita untuk hanya menyembah, memuja, dan menjadikannya yang no. Satu di Dunia. Karena hanya Ia-lah sumber kebahagiaan. Ia-lah yang mengetahui seluk beluk tubuh dan otak-Mu. Dia-lah yang mengetahui komposisi dan dzat-dzat penyusun mu. Maka Ia-lah yang mengetahui, apa yang bisa membuat mu bahagia, apa yang baik dan buruk untuk mu.
Maka wajar, sangat sangat lah wajar kalau Ia memerintah dengan keras untuk hanya me-Nuhan-kan Nya. Karena Ia, ingin diri mu bahagia.
ps: untuk mu yang membaca tulisan ku (iya kamu!), ini maksud pesanku. Jangan kau zalimi dirimu sendiri, hanya untuk menyenangkan ego/nafsu orang lain. Berpeganglah pada apa yang yakini benar dan biarkan Tuhan membimbing dan menjadi petunjukmu. Yakinlah, Ia selalu (dan memang selalu) mengasihi hamba-hambanya, tak peduli apakah iman atau kafir. Benar, katakanlah benar. Salah, katakanlah salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar